<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Pelita Biomedical (PBM)</title>
	<atom:link href="http://pelitabiomedical.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://pelitabiomedical.com/</link>
	<description>A Medical Device Supplies Company</description>
	<lastBuildDate>Mon, 07 Jun 2021 09:09:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.6</generator>

<image>
	<url>http://pelitabiomedical.com/wp-content/uploads/2021/03/cropped-512pb-32x32.jpg</url>
	<title>Pelita Biomedical (PBM)</title>
	<link>https://pelitabiomedical.com/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kemoterapi, tidak perlu takut!</title>
		<link>http://pelitabiomedical.com/kemoterapi-tidak-perlu-takut-2/</link>
					<comments>http://pelitabiomedical.com/kemoterapi-tidak-perlu-takut-2/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Pelita Biomedical Shop Manager]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Jun 2021 09:09:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pelitabiomedical.com/?p=4575</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kemoterapi, ketika mendengarnya masih menjadi salah satu hal yang menakutkan bagi sebagian kalangan. Selain dikaitkan dengan penyakit kanker, banyak hal&#160;<a href="http://pelitabiomedical.com/kemoterapi-tidak-perlu-takut-2/">[&#8230;]</a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="http://pelitabiomedical.com/kemoterapi-tidak-perlu-takut-2/">Kemoterapi, tidak perlu takut!</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="http://pelitabiomedical.com">Pelita Biomedical (PBM)</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><a href="https://pelitabiomedical.com/wp-content/uploads/2021/06/Chemotherapy.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="653" height="366" src="https://pelitabiomedical.com/wp-content/uploads/2021/06/Chemotherapy.jpg" alt="" class="wp-image-4571" srcset="http://pelitabiomedical.com/wp-content/uploads/2021/06/Chemotherapy.jpg 653w, http://pelitabiomedical.com/wp-content/uploads/2021/06/Chemotherapy-300x168.jpg 300w, http://pelitabiomedical.com/wp-content/uploads/2021/06/Chemotherapy-150x84.jpg 150w, http://pelitabiomedical.com/wp-content/uploads/2021/06/Chemotherapy-600x336.jpg 600w" sizes="(max-width: 653px) 100vw, 653px" /></a></figure></div>



<p>Kemoterapi, ketika mendengarnya masih menjadi salah satu hal yang menakutkan bagi sebagian kalangan. Selain dikaitkan dengan penyakit kanker, banyak hal juga yang membuat orang enggan membahasnya, karena banyak informasi yang kurang tepat diterima oleh mereka. Sebenarnya kemoterapi tidak seseram yang diceritakan oleh kebanyakan orang lho, mari kita bahas detailnya.</p>



<p>Kemoterapi itu apa, dan kapan digunakan terapi ini?</p>



<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; &nbsp;Kemoterapi adalah suatu tindakan untuk memberikan obat – obat khusus untuk menghancurkan atau membunuh sel – sel kanker yang ada pada tubuh. Obat tersebut dapat bekerja dengan cara memperlambat ataupun menghentikan pertumbuhan sel kanker itu sendiri. Namun kala pemberian kemoterapi sendiri akan ada beberapa efek samping yang muncul seperti kelelahan, mual, muntah, anemia, kehilangan rambut, hilang nafsu makan, konstipasi, dan sebagainya.</p>



<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Kemoterapi biasanya dilakukan bersamaan dengan tindakan operasi, terapi radiasi, atau terapi biologis lain. Cara pemberiannya juga bervariasi mulai dari :</p>



<p>1. Topikal</p>



<p>Krim atau gel yang mengandung obat kemoterapi akan dioleskan pada kulit. Metode kemoterapi ini biasanya dilakukan untuk mengati jenis kanker kulit tertentu.</p>



<p>2. Oral</p>



<p>Beberapa kemoterapi dapat dikonsumsi dalam bentuk pil, kapsul, atau cairan yang diminum.</p>



<p>3. Suntik</p>



<p>Obat kemoterapi injeksi dapat diberikan melalui suntikan pada otot atau lapisan lemak, misalnya di lengan, paha, atau perut.</p>



<p>4. Intraperitoneal (IP)</p>



<p>Obat kemoterapi langsung diberikan melalui prosedur operasi atau lewat selang khusus ke dalam rongga perut di mana terdapat usus, hati, dan lambung.</p>



<p>5. Intraarteri (IA)</p>



<p>Obat kemoterapi langsung dimasukkan ke dalam arteri yang menyalurkan darah ke kanker.</p>



<p>6. Intravena (IV)</p>



<p>Obat kemoterapi langsung dimasukkan ke pembuluh darah vena.</p>



<p>Apa saja yang dilakukan untuk persiapan kemoterapi?</p>



<ol class="wp-block-list" type="1"><li>Cek kesehatan secara lengkap</li><li>Operasi pemasangan alat sebelum kemoterapi intravena</li></ol>



<p>Pada pasien yang menjalani kemoterapi lewat intravena (obat langsung dimasukkan ke dalam pembuluh darah vena), dokter akan merekomendasikan pemasangan alat tertentu, seperti kateter.Kateter akan dipasang ke dalam vena besar melalui prosedur operasi. Obat kemoterapi lalu dimasukkan ke dalam tubuh lewat alat ini.</p>



<p>Pada pasien yang mengalami pemberian kemoterapi melalui intravena ada efek samping kemoterapi menggunakan jarum yang dijalani pasien kanker adalah peradangan pembuluh darah. Untuk mengurangi efek ini bisa menggunakan chemoport.</p>



<p>Apa itu chemoport? Perangkat ini disebut juga port kemoterapi, mediport, cancer port atau portacath. Dapat mengurangi peradangan pembuluh darah saat kemoterapi karena perangkat ini ditanam di bawah kulit, sehingga pemberian obat dengan IV (intravenous) lebih mudah dan mengurangi rasa sakit. Intinya, perangkat ini memudahkan untuk tenaga kesehatan mencari pembuluh darah.<br><br>&#8220;Secara konvensional, kita harus mencari terlebih dahulu posisi pembuluh darah pasien. Sedangkan, bila pasien menggunakan ini hanya tinggal menusuk ke alat itu saja,&#8221; ungkap dr Hariadi Hadibrata, SpBTKV dalam acara bulanan pertemuan CISC (Cancer Infomation and Support Center) di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (13/8/2016).</p>



<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Ada beberapa jenis alat kemoterapi yang ada dipasaran, antara lain;</p>



<ol class="wp-block-list" type="a"><li>Chemoport Infu – KT</li><li>Chemoport In-Port</li><li>Port A Cath</li><li>Celsite</li><li>Ecoport</li></ol>



<p>Nah, dengan adanya alat kesehatan baru seperti diatas tentu akan menjadi alternatif pilihan baru bagi pasien – pasien cancer yang akan melakukan kemoterapi agar tidak perlu merasa cemas, karena harus ditusuk berkali – kali untuk pemasangan infus saat akan melakukan kemoterapi. Karena alat ini hanya perlu dipasang satu kali, dan bisa digunakan dalam waktu yang lama sampai pasien menyelesaikan siklus kemoterapi. Sehingga pasien bisa lebih tenang dan menjalani kemoterapi tanpa hambatan.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="http://pelitabiomedical.com/kemoterapi-tidak-perlu-takut-2/">Kemoterapi, tidak perlu takut!</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="http://pelitabiomedical.com">Pelita Biomedical (PBM)</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>http://pelitabiomedical.com/kemoterapi-tidak-perlu-takut-2/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kemoterapi, tidak perlu takut!</title>
		<link>http://pelitabiomedical.com/kemoterapi-tidak-perlu-takut/</link>
					<comments>http://pelitabiomedical.com/kemoterapi-tidak-perlu-takut/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Pelita Biomedical Shop Manager]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Jun 2021 06:11:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pelitabiomedical.com/?p=4570</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kemoterapi, ketika mendengarnya masih menjadi salah satu hal yang menakutkan bagi sebagian kalangan. Selain dikaitkan dengan penyakit kanker, banyak hal&#160;<a href="http://pelitabiomedical.com/kemoterapi-tidak-perlu-takut/">[&#8230;]</a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="http://pelitabiomedical.com/kemoterapi-tidak-perlu-takut/">Kemoterapi, tidak perlu takut!</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="http://pelitabiomedical.com">Pelita Biomedical (PBM)</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><a href="https://pelitabiomedical.com/wp-content/uploads/2021/06/Chemotherapy.jpg"><img decoding="async" width="653" height="366" src="https://pelitabiomedical.com/wp-content/uploads/2021/06/Chemotherapy.jpg" alt="" class="wp-image-4571" srcset="http://pelitabiomedical.com/wp-content/uploads/2021/06/Chemotherapy.jpg 653w, http://pelitabiomedical.com/wp-content/uploads/2021/06/Chemotherapy-300x168.jpg 300w, http://pelitabiomedical.com/wp-content/uploads/2021/06/Chemotherapy-150x84.jpg 150w, http://pelitabiomedical.com/wp-content/uploads/2021/06/Chemotherapy-600x336.jpg 600w" sizes="(max-width: 653px) 100vw, 653px" /></a></figure></div>



<p>Kemoterapi, ketika mendengarnya masih menjadi salah satu hal yang menakutkan bagi sebagian kalangan. Selain dikaitkan dengan penyakit kanker, banyak hal juga yang membuat orang enggan membahasnya, karena banyak informasi yang kurang tepat diterima oleh mereka. Sebenarnya kemoterapi tidak seseram yang diceritakan oleh kebanyakan orang lho, mari kita bahas detailnya.</p>



<p>Kemoterapi itu apa, dan kapan digunakan terapi ini?</p>



<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; &nbsp;Kemoterapi adalah suatu tindakan untuk memberikan obat – obat khusus untuk menghancurkan atau membunuh sel – sel kanker yang ada pada tubuh. Obat tersebut dapat bekerja dengan cara memperlambat ataupun menghentikan pertumbuhan sel kanker itu sendiri. Namun kala pemberian kemoterapi sendiri akan ada beberapa efek samping yang muncul seperti kelelahan, mual, muntah, anemia, kehilangan rambut, hilang nafsu makan, konstipasi, dan sebagainya.</p>



<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Kemoterapi biasanya dilakukan bersamaan dengan tindakan operasi, terapi radiasi, atau terapi biologis lain. Cara pemberiannya juga bervariasi mulai dari :</p>



<p>1. Topikal</p>



<p>Krim atau gel yang mengandung obat kemoterapi akan dioleskan pada kulit. Metode kemoterapi ini biasanya dilakukan untuk mengati jenis kanker kulit tertentu.</p>



<p>2. Oral</p>



<p>Beberapa kemoterapi dapat dikonsumsi dalam bentuk pil, kapsul, atau cairan yang diminum.</p>



<p>3. Suntik</p>



<p>Obat kemoterapi injeksi dapat diberikan melalui suntikan pada otot atau lapisan lemak, misalnya di lengan, paha, atau perut.</p>



<p>4. Intraperitoneal (IP)</p>



<p>Obat kemoterapi langsung diberikan melalui prosedur operasi atau lewat selang khusus ke dalam rongga perut di mana terdapat usus, hati, dan lambung.</p>



<p>5. Intraarteri (IA)</p>



<p>Obat kemoterapi langsung dimasukkan ke dalam arteri yang menyalurkan darah ke kanker.</p>



<p>6. Intravena (IV)</p>



<p>Obat kemoterapi langsung dimasukkan ke pembuluh darah vena.</p>



<p>Apa saja yang dilakukan untuk persiapan kemoterapi?</p>



<ol class="wp-block-list" type="1"><li>Cek kesehatan secara lengkap</li><li>Operasi pemasangan alat sebelum kemoterapi intravena</li></ol>



<p>Pada pasien yang menjalani kemoterapi lewat intravena (obat langsung dimasukkan ke dalam pembuluh darah vena), dokter akan merekomendasikan pemasangan alat tertentu, seperti kateter.Kateter akan dipasang ke dalam vena besar melalui prosedur operasi. Obat kemoterapi lalu dimasukkan ke dalam tubuh lewat alat ini.</p>



<p>Pada pasien yang mengalami pemberian kemoterapi melalui intravena ada efek samping kemoterapi menggunakan jarum yang dijalani pasien kanker adalah peradangan pembuluh darah. Untuk mengurangi efek ini bisa menggunakan chemoport.</p>



<p>Apa itu chemoport? Perangkat ini disebut juga port kemoterapi, mediport, cancer port atau portacath. Dapat mengurangi peradangan pembuluh darah saat kemoterapi karena perangkat ini ditanam di bawah kulit, sehingga pemberian obat dengan IV (intravenous) lebih mudah dan mengurangi rasa sakit. Intinya, perangkat ini memudahkan untuk tenaga kesehatan mencari pembuluh darah.<br><br>&#8220;Secara konvensional, kita harus mencari terlebih dahulu posisi pembuluh darah pasien. Sedangkan, bila pasien menggunakan ini hanya tinggal menusuk ke alat itu saja,&#8221; ungkap dr Hariadi Hadibrata, SpBTKV dalam acara bulanan pertemuan CISC (Cancer Infomation and Support Center) di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (13/8/2016).</p>



<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Ada beberapa jenis alat kemoterapi yang ada dipasaran, antara lain;</p>



<ol class="wp-block-list" type="a"><li>Chemoport Infu – KT</li><li>Chemoport In-Port</li><li>Port A Cath</li><li>Celsite</li><li>Ecoport</li></ol>



<p>Nah, dengan adanya alat kesehatan baru seperti diatas tentu akan menjadi alternatif pilihan baru bagi pasien – pasien cancer yang akan melakukan kemoterapi agar tidak perlu merasa cemas, karena harus ditusuk berkali – kali untuk pemasangan infus saat akan melakukan kemoterapi. Karena alat ini hanya perlu dipasang satu kali, dan bisa digunakan dalam waktu yang lama sampai pasien menyelesaikan siklus kemoterapi. Sehingga pasien bisa lebih tenang dan menjalani kemoterapi tanpa hambatan.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="http://pelitabiomedical.com/kemoterapi-tidak-perlu-takut/">Kemoterapi, tidak perlu takut!</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="http://pelitabiomedical.com">Pelita Biomedical (PBM)</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>http://pelitabiomedical.com/kemoterapi-tidak-perlu-takut/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Apakah Itu Varises???</title>
		<link>http://pelitabiomedical.com/apakah-itu-varises/</link>
					<comments>http://pelitabiomedical.com/apakah-itu-varises/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[pelita]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 17 May 2021 16:24:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pelitabiomedical.com/?p=4554</guid>

					<description><![CDATA[<p>Varises merupakan pelebaran pada pembuluh darah balik vena yang berada pada bagian tungkai kaki. (U.S Departement of Health &#38; Human&#160;<a href="http://pelitabiomedical.com/apakah-itu-varises/">[&#8230;]</a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="http://pelitabiomedical.com/apakah-itu-varises/">Apakah Itu Varises???</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="http://pelitabiomedical.com">Pelita Biomedical (PBM)</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Varises merupakan pelebaran pada pembuluh darah balik vena yang berada pada bagian tungkai kaki. (U.S Departement of Health &amp; Human Services, 2008)</p>



<p>Varises sendiri dapat terjadi di seluruh pembuluh vena dalam tubuh. Namun, kondisi ini paling sering terjadi di area tungkai, terutama betis, karena tekanan besar saat kita berdiri atau berjalan. Varises juga dapat muncul di bagian panggul, anus (wasir),&nbsp;<a href="https://www.alodokter.com/waspadai-varises-vagina-saat-hamil" target="_blank" rel="noreferrer noopener">vagina</a>, rahim, atau kerongkongan (varises esofagus).</p>



<p><strong>Apa Sih Penyebabnya?</strong></p>



<figure class="wp-block-image size-large"><a href="https://pelitabiomedical.com/wp-content/uploads/2021/05/WhatsApp-Image-2021-05-11-at-11.07.03.jpeg"><img decoding="async" width="448" height="152" src="https://pelitabiomedical.com/wp-content/uploads/2021/05/WhatsApp-Image-2021-05-11-at-11.07.03.jpeg" alt="" class="wp-image-4556" srcset="http://pelitabiomedical.com/wp-content/uploads/2021/05/WhatsApp-Image-2021-05-11-at-11.07.03.jpeg 448w, http://pelitabiomedical.com/wp-content/uploads/2021/05/WhatsApp-Image-2021-05-11-at-11.07.03-300x102.jpeg 300w, http://pelitabiomedical.com/wp-content/uploads/2021/05/WhatsApp-Image-2021-05-11-at-11.07.03-150x51.jpeg 150w" sizes="(max-width: 448px) 100vw, 448px" /></a></figure>



<p>Pembuluh vena berfungsi untuk mengalirkan darah dari seluruh tubuh ke jantung. Di dalam pembuluh vena terdapat katup yang berfungsi sebagai pintu satu arah, sehingga darah yang telah melewatinya tidak dapat kembali lagi. Lemah atau rusaknya katup vena menyebabkan darah berbalik arah dan terjadi penumpukan darah di dalam pembuluh vena. Penumpukan inilah yang kemudian menyebabkan pembuluh vena melebar.</p>



<p>Beberapa orang cenderung berpeluang mengalami Varises tanpa penyebab yang jelas dan spesifik. Namun demikian, terdapat beberapa faktor risiko yang diduga dapat meningkatkan peluang seseorang mengalami Varises. Beberapa faktor risiko ini antara lain :</p>



<ol class="wp-block-list" type="a"><li><strong>Jenis kelamin</strong>: perempuan berpotensi lebih tinggi mengalami Varises dibandingkan dengan laki-laki, alasan di balik kejadian ini dikaitkan dengan hormon yang dimiliki perempuan.</li><li><strong>Genetik</strong>: risiko mengalami Varises diduga diturunkan secara herediter.</li><li><strong>Usia</strong>: penuaan dapat menyebabkan penurunan elastisitas vena</li><li><strong>Berat badan</strong>: kelebihan berat badan dapat memberikan tekanan yang lebih besar pada vena yang membuat katup pada vena akan bekerja lebih berat dan membuatnya rawan untuk mengalami kebocoran.</li><li><strong>Pekerjaan</strong>: beberapa penelitian menyebutkan bahwa individu yang bekerja dengan durasi berdiri yang lama lebih berpeluang untuk mengalami Varises.</li><li><strong>Kehamilan</strong>:&nbsp;membuat tubuh meningkatkan produksi darah untuk menunjang pertumbuhan janin, peristiwa ini meningkatkan aliran darah serta menyebabkan perubahan hormonal yang membuat wanita hamil lebih berisiko mengalami Varises</li></ol>



<p><strong>Lantas, Bagaimana Penanganan Varises</strong>?</p>



<p>Ada beberapa metode yang digunakan untuk mengatasi masalah varises, antara lain :</p>



<ol class="wp-block-list" type="1"><li><strong>Skleroterapi</strong>: mencakup penyuntikan larutan kimia yang akan menyebabkan iritasi pada dinding pembuluh darah sehingga membuat pembengkakan dan bekuan darah untuk merusak pembuluh darah tersebut secara permanen.</li><li><strong>Ablasi</strong>: prosedur ini mencakup perusakan dari vena yang mengalami gangguan dengan menggunakan laser atau gelombang radio.</li><li><a href="https://www.docdoc.com/id/info/procedure/bedah">Operasi</a>: operasi seperti phlebectomy atau pembukaan vena dapat dilakukan untuk menghilangkan Varises secara permanen.</li></ol>



<p>Untuk metode penanganan varises dengan laser contohnya adalah tindakan EVLT (Endovenous Laser Theraphy). Dibandingkan metode perawatan varises dengan cara pembedahan, terapi laser ini lebih menguntungkan karena tidak menimbulkan efek samping dan prosedur operasi yang cukup singkat, yaitu sekitar 20 menit. Setelah operasi selesai, kaki pasien dibebat dan bisa langsung pulang.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="http://pelitabiomedical.com/apakah-itu-varises/">Apakah Itu Varises???</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="http://pelitabiomedical.com">Pelita Biomedical (PBM)</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>http://pelitabiomedical.com/apakah-itu-varises/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengenal Apa Sih Penyakit Pneumothoraks????</title>
		<link>http://pelitabiomedical.com/mengenal-apa-sih-penyakit-pneumothoraks/</link>
					<comments>http://pelitabiomedical.com/mengenal-apa-sih-penyakit-pneumothoraks/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[pelita]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 17 May 2021 16:22:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pelitabiomedical.com/?p=4552</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penyakit Pneumothoraks merupakan suatu keadaan dimana adanya udara dalam rongga pleura. Pneumothorax dapat terjadi secara spontan atau karena trauma (British&#160;<a href="http://pelitabiomedical.com/mengenal-apa-sih-penyakit-pneumothoraks/">[&#8230;]</a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="http://pelitabiomedical.com/mengenal-apa-sih-penyakit-pneumothoraks/">Mengenal Apa Sih Penyakit Pneumothoraks????</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="http://pelitabiomedical.com">Pelita Biomedical (PBM)</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Penyakit Pneumothoraks merupakan suatu keadaan dimana adanya udara dalam rongga pleura. Pneumothorax dapat terjadi secara spontan atau karena trauma (British Thoracic Society 2003).</p>



<p>&nbsp;Hal ini dapat dikarenakan adanya robekan pleura atau terbukanya dinding dada sehingga mengganggu tekanan udara yang membuat paru-paru mengembang. Penyebab pecahnya atau terlukanya dinding dada atau paru-paru bisa termasuk adanya penyakit paru, cedera akibat olahraga atau kecelakaan, bantuan napas dari ventilator, atau bahkan perubahan di tekanan udara yang kerap dialami ketika melakukan scuba diving atau mendaki gunung. Terkadang, penyebab dari pneumotoraks juga tidak diketahui.</p>



<p>Pneumothorak menyebabkan paru kollaps, baik sebagian maupun keseluruhan yang menyebabkan tergesernya isi rongga dada ke sisi lain. Gejala sesak nafas progressif sampai sianosis gejala syok. Bahkan bisa mengakibatkan cardiorespiratory distress dan cardiac arrest yang tentu sangat berbahaya jika tidak segera dilakukan penanganan.</p>



<p>Untuk penanganan pneumothoraks biasanya dilakukan dengan tindakan pemasangan Water Seal Drainage (WSD) untuk tetap mempertahankan tekanan negatif dari cavum pleura sehingga pengembangan paru bisa sempurna. Dalam prosedur ini, tim medis akan memasukkan jarum suntik dengan selang melalui dada Anda untuk mengeluarkan udara dari rongga antara paru-paru dan dinding dada, kemudian dihubungkan dengan penampung (drain). Apabila lubang yang dibuat berukuran besar, Anda harus membiarkan selang tersebut terpasang sampai beberapa hari untuk menjaga paru-paru agar tidak mengembang, sampai lubangnya benar-benar pulih. Contoh alat – alat drainage yang ada dipasaran adalah merk Sinapi Chest Drain, Redax, Pleura Evac, Thorametric, dan Atrium. Semua mekanisme yang digunakan alat ini hampir sama.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="http://pelitabiomedical.com/mengenal-apa-sih-penyakit-pneumothoraks/">Mengenal Apa Sih Penyakit Pneumothoraks????</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="http://pelitabiomedical.com">Pelita Biomedical (PBM)</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>http://pelitabiomedical.com/mengenal-apa-sih-penyakit-pneumothoraks/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 0/275 objects using memcache
Page Caching using disk: enhanced 
Database Caching 4/146 queries in 0.315 seconds using disk

Served from: pelitabiomedical.com @ 2026-08-12 09:26:05 by W3 Total Cache
-->