Kemoterapi, ketika mendengarnya masih menjadi salah satu hal yang menakutkan bagi sebagian kalangan. Selain dikaitkan dengan penyakit kanker, banyak hal juga yang membuat orang enggan membahasnya, karena banyak informasi yang kurang tepat diterima oleh mereka. Sebenarnya kemoterapi tidak seseram yang diceritakan oleh kebanyakan orang lho, mari kita bahas detailnya.
Kemoterapi itu apa, dan kapan digunakan terapi ini?
Kemoterapi adalah suatu tindakan untuk memberikan obat – obat khusus untuk menghancurkan atau membunuh sel – sel kanker yang ada pada tubuh. Obat tersebut dapat bekerja dengan cara memperlambat ataupun menghentikan pertumbuhan sel kanker itu sendiri. Namun kala pemberian kemoterapi sendiri akan ada beberapa efek samping yang muncul seperti kelelahan, mual, muntah, anemia, kehilangan rambut, hilang nafsu makan, konstipasi, dan sebagainya.
Kemoterapi biasanya dilakukan bersamaan dengan tindakan operasi, terapi radiasi, atau terapi biologis lain. Cara pemberiannya juga bervariasi mulai dari :
1. Topikal
Krim atau gel yang mengandung obat kemoterapi akan dioleskan pada kulit. Metode kemoterapi ini biasanya dilakukan untuk mengati jenis kanker kulit tertentu.
2. Oral
Beberapa kemoterapi dapat dikonsumsi dalam bentuk pil, kapsul, atau cairan yang diminum.
3. Suntik
Obat kemoterapi injeksi dapat diberikan melalui suntikan pada otot atau lapisan lemak, misalnya di lengan, paha, atau perut.
4. Intraperitoneal (IP)
Obat kemoterapi langsung diberikan melalui prosedur operasi atau lewat selang khusus ke dalam rongga perut di mana terdapat usus, hati, dan lambung.
5. Intraarteri (IA)
Obat kemoterapi langsung dimasukkan ke dalam arteri yang menyalurkan darah ke kanker.
6. Intravena (IV)
Obat kemoterapi langsung dimasukkan ke pembuluh darah vena.
Apa saja yang dilakukan untuk persiapan kemoterapi?
- Cek kesehatan secara lengkap
- Operasi pemasangan alat sebelum kemoterapi intravena
Pada pasien yang menjalani kemoterapi lewat intravena (obat langsung dimasukkan ke dalam pembuluh darah vena), dokter akan merekomendasikan pemasangan alat tertentu, seperti kateter.Kateter akan dipasang ke dalam vena besar melalui prosedur operasi. Obat kemoterapi lalu dimasukkan ke dalam tubuh lewat alat ini.
Pada pasien yang mengalami pemberian kemoterapi melalui intravena ada efek samping kemoterapi menggunakan jarum yang dijalani pasien kanker adalah peradangan pembuluh darah. Untuk mengurangi efek ini bisa menggunakan chemoport.
Apa itu chemoport? Perangkat ini disebut juga port kemoterapi, mediport, cancer port atau portacath. Dapat mengurangi peradangan pembuluh darah saat kemoterapi karena perangkat ini ditanam di bawah kulit, sehingga pemberian obat dengan IV (intravenous) lebih mudah dan mengurangi rasa sakit. Intinya, perangkat ini memudahkan untuk tenaga kesehatan mencari pembuluh darah.
“Secara konvensional, kita harus mencari terlebih dahulu posisi pembuluh darah pasien. Sedangkan, bila pasien menggunakan ini hanya tinggal menusuk ke alat itu saja,” ungkap dr Hariadi Hadibrata, SpBTKV dalam acara bulanan pertemuan CISC (Cancer Infomation and Support Center) di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (13/8/2016).
Ada beberapa jenis alat kemoterapi yang ada dipasaran, antara lain;
- Chemoport Infu – KT
- Chemoport In-Port
- Port A Cath
- Celsite
- Ecoport
Nah, dengan adanya alat kesehatan baru seperti diatas tentu akan menjadi alternatif pilihan baru bagi pasien – pasien cancer yang akan melakukan kemoterapi agar tidak perlu merasa cemas, karena harus ditusuk berkali – kali untuk pemasangan infus saat akan melakukan kemoterapi. Karena alat ini hanya perlu dipasang satu kali, dan bisa digunakan dalam waktu yang lama sampai pasien menyelesaikan siklus kemoterapi. Sehingga pasien bisa lebih tenang dan menjalani kemoterapi tanpa hambatan.

